Jumat, 25 Februari 2011

Inilah Kisah Seorang Pria yang Memiliki 167 Anggota Keluarga

0 komentar
Ungkapan ”semakin banyak, semakin asyik” cocok untuk Ziona Chana (66). Pria India itu punya 39 istri, 94 anak, dan 33 cucu, tinggal di rumah berlantai empat dengan 100 kamar di pegunungan terpencil Negara Bagian Mizoram, India timur laut.

Pemimpin sekte Chana itu membagi tugas dengan meminta istrinya bergantian masak, anak perempuannya membersihkan rumah dan mencuci, serta anak laki-lakinya bertani dan beternak.

Semuanya ada 167 orang dalam keluarga itu, yang menghabiskan 91 kilogram beras dan lebih dari 59 kg kentang setiap hari. Mereka hidup dari hasil pertanian dan sumbangan dari pengikutnya yang berjumlah 400 keluarga.
Read more ►

10 Tempat yang Mungkin Lebih Dahulu Lenyap Akibat Perubahan Iklim Ekstrim

0 komentar

Perubahan iklim yang ekstrim dapat mengakibatkan hilangnya ciri dari sebuah daratan. Entah itu naiknya permukaan laut, penggurunan, angin musim yang deras, gletser meleleh atau pengasaman laut, perubahan iklim dengan cepat akan mengubah daratan planet kita.

Kita mungkin akan menjadi salah satu generasi terakhir yang dapat melihat dan mengenali 10 tempat di bawah ini yang kemungkinan akan lenyap terlebih dahulu apabila terjadi perubahan iklim yang ekstrim.


1. Taman Nasional Glacier 


Lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sebanyak 150 gletser bertebaran di seluruh Glacier National Park. Pada tahun 2005, hanya tinggal 27 dan diperkirakan mereka juga akan menghilang pada tahun 2030, atau bahkan sebelum itu.

Banyak dari spesies tanaman dan hewan yang membutuhkan air dingin, yang berarti ekosistem taman dapat berubah secara dramatis ketika gletser hilang.


2. Venesia, Italia 


Venesia pernah mengalami banjir parah pada bulan November 2009, ketika tingkat air mencapai 131 cm. Venesia telah lama tenggelam, tapi naiknya permukaan air laut telah membuat situasi lebih mengerikan.

Frekuensi banjir meningkat setiap tahun, meninggalkan banyak pertanyaan berapa lama lagi Venice bisa tinggal di atas air.


3. Great Barrier Reef 


Great barrier reef dapat dilihat dari angkasa, tapi muilai menghilang secara bertahap seiring perubahan iklim. Meningkatnya suhu lautan, pencemaran air, pengasaman laut dan badai terus merusak terumbu dan telah menyebabkan pemutihan karang massa.



4. Sahara Afrika 


Sahara di Afrika semakin bertambah luas dengan perluasan 0,5 kilometer per bulan. Gurun ini sudah menjadi terbesar di dunia, dan masih bisa meluas lagi kesemua Afrika Utara, mengubah lingkungan benua afrika.



5. Maladewa 


Maladewa adalah negara terendah di dunia, dengan ketinggian rata-rata hanya 1,5 meter (4 kaki, 11 inci) di atas permukaan laut. Jika permukaan air laut naik terlalu banyak, negara itu bisa mendapatkan sebuah gelar yang tidak diinginkan, "Negara pertama yang ditelan oleh laut karena pemanasan global."


6. Patagonia 


Sebuah keindahan yang tak tersentuh, Patagonia, Amerika Selatan bisa secara dramatis diubah oleh perubahan iklim.

Banyak dinding gletser yang gugur karena meningkatnya suhu dan curah hujan menurun. Meskipun tanah ini tidak akan hilang sepenuhnya, namun pemandangan yang ada akan sangat berbeda jika pemanasan global terus berlanjut.


7. Bangladesh 


Terletak di Sungai Gangga-Brahmaputra dataran rendah Delta, Bangladesh berada pusat di badai yang sempurna pada kondisi klimaks. Sekitar 50 persen dari luas wilayahnya akan banjir jika permukaan laut naik 1 meter.

Bencana alam, seperti banjir, siklon tropis, tornado dan pasang surut terjadi di sini hampir setiap tahun sehingga meninggalkan kehancuran yang tragis.


8. Alaska tundra 


Pemanasan global memanaskan Arktik dua kali lebih cepat dari seluruh wilayah di dunia, yang berarti Alaska tundra utara yang indah bisa menghilang sepenuhnya bila suhu terus meningkat.

Apabila Alaska tundra mencair, tidak hanya mengubah secara drastis ekosistem, tetapi juga melepaskan karbon tambahan dan ironisnya dapat mempercepat pemanasan global.


9. Australia Selatan


Sama seperti Sahara di Afrika, penggurunan mengancam Australia Selatan. Di seluruh wilayah, pasokan air segar cepat mengering.

Sementara itu, dataran kering meningkatkan terjadinya kebakaran hutan, mengancam pertanian, satwa liar dan ratusan rumah di Australia.


10. Alpen 


Alpen Eropa berada di ketinggian lebih rendah dari Rocky Mountains, dan gletser serta resor ski nya lebih rentan terhadap dampak dari pemanasan global. Gletser yang terkenal ini diperkirakan akan menghilang pada tahun 2050.
Read more ►

10 Tempat yang Mungkin Lebih Dahulu Lenyap Akibat Perubahan Iklim Ekstrim

0 komentar

Perubahan iklim yang ekstrim dapat mengakibatkan hilangnya ciri dari sebuah daratan. Entah itu naiknya permukaan laut, penggurunan, angin musim yang deras, gletser meleleh atau pengasaman laut, perubahan iklim dengan cepat akan mengubah daratan planet kita.

Kita mungkin akan menjadi salah satu generasi terakhir yang dapat melihat dan mengenali 10 tempat di bawah ini yang kemungkinan akan lenyap terlebih dahulu apabila terjadi perubahan iklim yang ekstrim.


1. Taman Nasional Glacier 


Lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sebanyak 150 gletser bertebaran di seluruh Glacier National Park. Pada tahun 2005, hanya tinggal 27 dan diperkirakan mereka juga akan menghilang pada tahun 2030, atau bahkan sebelum itu.

Banyak dari spesies tanaman dan hewan yang membutuhkan air dingin, yang berarti ekosistem taman dapat berubah secara dramatis ketika gletser hilang.


2. Venesia, Italia 


Venesia pernah mengalami banjir parah pada bulan November 2009, ketika tingkat air mencapai 131 cm. Venesia telah lama tenggelam, tapi naiknya permukaan air laut telah membuat situasi lebih mengerikan.

Frekuensi banjir meningkat setiap tahun, meninggalkan banyak pertanyaan berapa lama lagi Venice bisa tinggal di atas air.


3. Great Barrier Reef 


Great barrier reef dapat dilihat dari angkasa, tapi muilai menghilang secara bertahap seiring perubahan iklim. Meningkatnya suhu lautan, pencemaran air, pengasaman laut dan badai terus merusak terumbu dan telah menyebabkan pemutihan karang massa.



4. Sahara Afrika 


Sahara di Afrika semakin bertambah luas dengan perluasan 0,5 kilometer per bulan. Gurun ini sudah menjadi terbesar di dunia, dan masih bisa meluas lagi kesemua Afrika Utara, mengubah lingkungan benua afrika.



5. Maladewa 


Maladewa adalah negara terendah di dunia, dengan ketinggian rata-rata hanya 1,5 meter (4 kaki, 11 inci) di atas permukaan laut. Jika permukaan air laut naik terlalu banyak, negara itu bisa mendapatkan sebuah gelar yang tidak diinginkan, "Negara pertama yang ditelan oleh laut karena pemanasan global."


6. Patagonia 


Sebuah keindahan yang tak tersentuh, Patagonia, Amerika Selatan bisa secara dramatis diubah oleh perubahan iklim.

Banyak dinding gletser yang gugur karena meningkatnya suhu dan curah hujan menurun. Meskipun tanah ini tidak akan hilang sepenuhnya, namun pemandangan yang ada akan sangat berbeda jika pemanasan global terus berlanjut.


7. Bangladesh 


Terletak di Sungai Gangga-Brahmaputra dataran rendah Delta, Bangladesh berada pusat di badai yang sempurna pada kondisi klimaks. Sekitar 50 persen dari luas wilayahnya akan banjir jika permukaan laut naik 1 meter.

Bencana alam, seperti banjir, siklon tropis, tornado dan pasang surut terjadi di sini hampir setiap tahun sehingga meninggalkan kehancuran yang tragis.


8. Alaska tundra 


Pemanasan global memanaskan Arktik dua kali lebih cepat dari seluruh wilayah di dunia, yang berarti Alaska tundra utara yang indah bisa menghilang sepenuhnya bila suhu terus meningkat.

Apabila Alaska tundra mencair, tidak hanya mengubah secara drastis ekosistem, tetapi juga melepaskan karbon tambahan dan ironisnya dapat mempercepat pemanasan global.


9. Australia Selatan


Sama seperti Sahara di Afrika, penggurunan mengancam Australia Selatan. Di seluruh wilayah, pasokan air segar cepat mengering.

Sementara itu, dataran kering meningkatkan terjadinya kebakaran hutan, mengancam pertanian, satwa liar dan ratusan rumah di Australia.


10. Alpen 


Alpen Eropa berada di ketinggian lebih rendah dari Rocky Mountains, dan gletser serta resor ski nya lebih rentan terhadap dampak dari pemanasan global. Gletser yang terkenal ini diperkirakan akan menghilang pada tahun 2050.
Read more ►

cerita dari teman kita :))

0 komentar
Sebuah kisah keluarga.
Akan kah masa depan kita
seperti ini? Kita tak akan
pernah tahu. Mungkin … hanya keinginan, usaha
dan doa kita yang
menentukan. Happy
Reading …! :)

"Namaku Linda dan aku
memiliki sebuah kisah cinta
yang memberiku sebuah
pelajaran tentangnya. Ini
bukanlah sebuah kisah
cinta hebat dan mengagumkan penuh
gairah seperti dalam novel-
novel roman, walau begitu
menurutku ini adalah kisah
yang jauh lebih
mengagumkan dari itu semua!

Ini adalah kisah cinta
ayahku, Mohammed Huda
alhabsyi dan ibuku,
Yasmine
Ghauri. Mereka bertemu di
sebuah acara resepsi pernikahan dan kata
ayahku
ia jatuh cinta pada
pandangan pertama ketika
ibuku masuk ke dalam
ruangan dan saat itu ia tahu, inilah
wanita yang akan
menikah dengannya. Itu
menjadi kenyataan dan
kini mereka telah menikah
selama 40 tahun dan memiliki tiga orang anak,
aku anak tertua, telah
menikah dan memberikan
mereka dua orang cucu. Mereka bahagia dan selama
bertahun-tahun telah
menjadi orang tua yang
sangat baik bagi kami,
mereka membimbing
kami, anak-anaknya dengan penuh
cinta kasih
dan kebijaksanaan. Aku teringat suatu hari
ketika aku masih berusia
belasan tahun. Saat itu
beberapa ibu-ibu tetangga
kami mengajak ibuku
pergi ke pembukaan pasar murah yang mengobral
alat-alat kebutuhan rumah
tangga. Mereka
mengatakan
saat pembukaan adalah
saat terbaik untuk berbelanja barang obral
karena
saat itu saat termurah
dengan kualitas barang-
barang terbaik. Tapi ibuku menolaknya
karena ayahku sebentar
lagi pulang dari kantor.
Kata
ibuku,"Mama tak akan
pernah meninggalkan papa sendirian". Hal itu yang selalu
dicamkan oleh ibuku
kepadaku. Apapun yang
terjadi,
sebagai seorang wanita
aku harus patuh pada suamiku dan selalu
menemaninya
dalam keadaan apapun,
baik miskin, kaya, sehat
maupun sakit. Seorang
wanita harus bisa menjadi teman hidup suaminya.
Banyak orang tertawa
mendengar hal itu menurut
mereka, itu hanya janji
pernikahan, omong
kosong belaka. Tapi aku tak
pernah memperdulikan
mereka, aku percaya
nasihat
ibuku. Sampai suatu hari,
bertahun-tahun kemudian,
kami mengalami duka,
setelah
ulang tahun ibuku yang
ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi
lumpuh. Dokter
mengatakan kalau saraf
tulang belakang ibuku
tidak
berfungsi lagi, dan dia harus menghabiskan sisa
hidupnya di tempat tidur. Ayahku, seorang pria yang
masih sehat di usianya
yang lebih tua, tapi ia
tetap merawat ibuku,
menyuapinya, bercerita
banyak hal padanya, mengatakan
padanya kalau ia
mencintainya. Ayahku tak
pernah meninggalkannya,
selama
bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu
menemaninya, ia masih
suka bercanda-canda
dengan ibuku. Ayahku
pernah mencatkan kuku
tangan ibuku, dan ketika ibuku
bertanya ,"Untuk apa kau
lakukan itu? Aku sudah
sangat tua dan jelek
sekali". Ayahku menjawab, "Aku
ingin kau tetap merasa
cantik". Begitulah pekerjaan
ayahku sehari-hari, ia
merawat ibuku dengan
penuh
kelembutan dan kasih
sayang, para kenalan yang mengenalnya sangat
hormat
dengannya. Mereka sangat
kagum dengan kasih
sayang ayahku pada ibuku
yang tak pernah pudar. Suatu hari ibu berkata
padaku sambil tersenyum,
"…kau tahu, Linda? Ayahmu tak akan pernah
meninggalkan aku … Kau tahu kenapa?" Aku menggeleng, dan
ibuku melanjutkan,
"Karena aku tak pernah
meninggalkannya …" Itulah kisah cinta ayahku,
Mohammed Huda alhabsyi
dan ibuku, Yasmine
Ghauri, mereka
memberikan kami anak-
anaknya pelajaran tentang kesetiaan, kelembutan,
tanggung
jawab, rasa hormat, saling
menghargai, kebersamaan
dan cinta
kasih. Bukan dengan kata-kata,
tapi mereka memberikan
‘contoh ’ di kehidupannya.

Sumber: bagi info on facebook …
Read more ►

Popular Posts

 

Copyright © KOLEKSII PRIBADII FUAD EMPAT Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger